In-House Training CSR & Strategic Social Investment Program – PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB)

Dalam training ini, cara belajar yang diaplikasikan berbentuk paparan oleh narasumber, dialog kelas, studi masalah, dan asistensi untuk pendalaman materi oleh Team SII. Narasumber ialah profesional serta pegiat eksper pada beberapa faktor implikasi CSR, termasuk juga penyertaan serta peningkatan warga.

Training diperkirakan berjalan semasa dua hari, dengan saran skemaatika seperti berikut:

Hari pertama : Ide CSR untuk sisi Manajemen Taktiks, serta Ide Penyertaan serta Peningkatan Komune untuk PT PJB. Pandangan tentang manajemen pemangku kebutuhan (identifikasi, penskalaan serta taktik pembinaan jalinan),

Hari ke-2 : Praktik penskalaan pemangku kebutuhan, penskalaan sosial serta pengkajian keperluan komune, manajemen rencana program atau projek CSR, praktik rencana program peningkatan komune. Peranan serta ketrampilan aktor peningkatan komune, serta Pengawasan, penilaian serta pengukuran efek program.

Materi diperlengkapi juga dengan studi masalah untuk perdalam perebutan materi atau untuk dekatkan peserta pada contoh sehari-harinya.In-House Pelatihan ini sudah diselenggarakan pada tanggal 7-8 September 2017 di Ruangan Dr. Sutomo, Gedung-B Dirut PJB Academy, Jl Jemursari – Surabaya. Dengan mengandeng Social Investment Indonesia (SII) untuk instansi yang telah eksper dalam menolong perusahan dalam program CSR yang berkepanjangan untuk memberi training yang diperlukan. Peserta yang sudah ikuti In-House Pelatihan CSR for Social Investment Program ini sekitar 33 orang.

Mengenai arah pekerjaan ini sebagai berikut Memberi penambahan pengetahuan serta pandangan pada staf pelaksana program peningkatan warga, terutamanya terkait dengan ide peningkatan warga dan beberapa tahapan dalam penerapan program peningkatan warga ;

Memberi pandangan tentang rintangan serta kesempatan untuk peningkatan program peningkatan warga dalam industry berbasiskan sumber daya alam/ekstraktif ;

Memberi penambahan ketrampilan buat pelaksana program dalam lakukan rencana program, terutamanya terkait dengan penskalaan pemangku kebutuhan, penskalaan sosial serta pengaturan dokumen rencana program.

Beberapa peserta bercerita pengalamannya dalam hadapi masalah di unitnya. Salahsatunya berlangsung premanisme oleh warga seputar selanjutnya demonstrasi dengan rumor lingkungan sampai ada faksi yang lakukan pemintaan dana projek waktu operasional kerja berjalan.

Beberapa hal itu banyak berlangsung di perusahaan-perusahaan yang mempunyai tempat projek/program yang bergesekan dengan warga. Maka dari itu memerlukan pengendalian management stakeholder untuk meminimalkan berlangsungnya hal yang tidak diharapkan.

Contohnya saja dengan membuat program CSR di lingkungan warga dengan pendekatan yang baik tanpa ada bawa embel-embel projek yang fokus pada uang, buat tingkatkan produktivitas warga hingga dapat tingkatkan perekonomian mereka lewat pembinaan yang kita beri dengan pendekatan personal. Hal itu bisa berefek positif buat kelancaran proses operasional perusahaan seperti akses jalan yang lancar tanpa pungutan liar, penutupan jalan oleh masyarakat, serta sejenisnya. Hal tersebut lah yang disebut sejumlah kecil dari nilai investasi yang akan didapatkan perusahaan nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *