Selain Struktur Teks Sejarah Fiksi, Inilah Kaidah Kebahasaan yang Digunakan

Informasi mengenai kaidah kebahasaan dari suatu teks cerita sejarah fiksi. Dalam proses mengenali sebah teks cerita sejarah tentu tak lengkap jika hanya mengetahui struktur teks sejarah dan pengertian teks cerita sejarah saja. Untuk memudahkan memahami dan mengenali sebuah teks cerita sejarah, maka Anda perlu tahu tentang keidah kebahasaan dari teks cerita sejarah yang diterapkan. Bukan tanpa tujuan melainkan untuk membuat teks cerita sejarah jadi lebih.

 Selain Struktur Teks Sejarah Fiksi, Inilah Kaidah Kebahasaan yang Digunakan
Selain Struktur Teks Sejarah Fiksi, Inilah Kaidah Kebahasaan yang Digunakan

Dalam suatu teks cerita sejarah terdapat hal yang dapat dengan mudah Anda kenali yakni kaidah kebahasaan yang digunakan. Jadi keidah kebahasaan dapat dipakai untuk mengetahui ciri daripada suatu teks cerita sejarah. Sama halnya dengan struktur teks sejarah yang memiliki perbedaan antara teks sejarah fiksi dan non fiksi, kaidah kebahasaan pun seperti itu.

Lalu kira-kira apa saja ciri dari kaidah kebahasaan yang digunakan daam sebuah teks cerita sejarah fiksi? Anda penasaran? Daripada membuat Anda semakin penasaran maka langsung saja simak ulasan mengenai keidah kebahasaan yang digunakan pada teks sejarah fiksi, yang ternyata berbeda dengan yang digunakan pada cerita sejarah non fiksi. Berikut ini penjelasannya.

Unsur Instrinsik dalam Sebuah Cerita                                                  

Kaidah kebahasaan pertama yang perlu diperhatikan selain struktur teks sejarah adalah unsur intrinsik. Unsur intrinsic merupakan unsur yang secara lansung membangun sebuah teks sejarah fiksi. Adapun unsur intrinsik ini terdiri dari tema, alur, penokohan, sudut pandang, latar tempat, waktu, dan suasana. Poin pertama dalam unsur intrinsik adalah tema. Tema merupakan ide poko sebuah cerita.

Dalam sebuah teks cerita sejarah fiksi tema yang biasa ditulis seperti tokoh-tokoh pejuang, agama, asal muala suatu tempat atau lainnya. Poin kedua adalah alur yang merupakan bagian unsur intrinsik yang paling penting. Alur merupakan serangkainan peristiwa dalam sebuah cerita tang memiliki kaitan sebab akibat.

Alur dapat dibedakan menjadi 3 yaitu alur maju, alur mundur, dan alur campuran.

  • Alur maju dari struktur teks sejarah merupakan serangkaian peristiwa yang urutannya sesuai dengan waktu dari suatu kejadian.
  • Sementara itu alur mundur adalah rangkaian peristiwa yag urutannya tak sesuai dengan waktu kejadian.
  • Terakhir, alur campuran adalah serangkaian peristiwa yang merupakan campuran dari alur maju dan mundur. Poin ketiga dari unsur intrinsik adalah penokohan yang menggambarkan dengan jelas tokoh dalam cerita.

Dalam teks cerita sejarah fiksi tokoh yang biasa dipakai adalah pahlawan nasional atau tokoh-tokoh penting lainnya yang ada pada sutau daerah. Poin kelima dari unsur intrinsik adalah sudut pandang. Sudut pandang ini merupakan salah satu unsur yag data digolongkan sebagai sarana cerita. Sudut pandang ialah cara pandang yang dipakai pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, latar, atau lainnya.

Unsur Ekstrinsik dalam Sebuah Cerita

Unsur ekstrinsik dari sebuah struktur teks sejarah diantaranya meliputi rekaman kebesaran, ketinggian, dan kegemilangan pemerintah maksudnya teks cerita sejarah fiksi ini lahir di istana dan ditulis oleh penulis golongan istanan yang memilki daya kreatifitas tinggi. Kedua adalah dari segi corak penceritaan dimana teks cerita sejarah fiksi ini mengandung 2 corak penceritaan yaitu mitos dan fakta sejarah.

Ketiga adalah unsur bias yang merupakan ciri sikap bias oleh pengarang dan penyalinnya terhadap suatu peristiwa. Keempat adalah unsur keagaman dimana dalam sebuah teks cerita sejarah unsur agam sangatlah kuat. Kelima yaitu unsur politik dimana dalam sebuah teks cerita sejatrah fiksi biasanya ada konflik tentang perebutan kekuasaan yang hubungannya dengan politik.

Kelima adalah unsur ekonomi yang menceritakan kehidupan ekonomi di waktu itu. Dan terakhir adalah unsur sosial dimana dalam teks selalu terdapat jenjang sosial. Selain unsur intrinsic dan ekstrinsik, pada teks cerita sejarah kaidah kebahasaanya selalu menggunakan konjungsi temporal dan tak jarang menggunakn majas. Sekian informasi terkait dengan keidah kebahasaan yang keberadaannya sama pentingnya dengan struktur teks sejarah.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *